Istighosah dan Pensi Meriahkan Harlah ke-2 Universitas Madani Indonesia

BLITAR — Universitas Madani Indonesia (UMINA) menggelar Istighosah dan Pensi (Pentas Seni) dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-2 Universitas Madani Indonesia, Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Kota Koesoema Wicitra, Kota Blitar, dan dihadiri ratusan undangan dari berbagai unsur.

Ratusan peserta hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari mahasiswa, dosen, keluarga besar UMINA, perwakilan pondok pesantren, hingga sejumlah undangan dari luar lingkungan kampus. Kehadiran berbagai elemen tersebut menambah semarak sekaligus menunjukkan kuatnya kebersamaan dalam momentum dua tahun perjalanan UMINA.

Rangkaian kegiatan diisi dengan istighosah dan doa bersama, yang dipimpin oleh KH. Arif Fuadi, M.M. Suasana khidmat terasa ketika para peserta bersama-sama mengikuti lantunan doa dan istighosah sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar memohon keberkahan bagi perjalanan Universitas Madani Indonesia ke depan.

Selain istighosah, acara juga dimeriahkan dengan Pentas Seni (Pensi) yang menampilkan kreativitas dan bakat mahasiswa. Pentas seni menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kemampuan mereka sekaligus mempererat kebersamaan antarsivitas akademika.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Madani Indonesia, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.Pd., menyampaikan pesan penting mengenai pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Menurutnya, Tridarma yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat, hendaknya tidak hanya dipahami sebagai kewajiban institusional.

«“Maka tridarma sudah menjadi kebutuhan, bukan kewajiban.”»

Lebih lanjut, Prof. Zainuddin menjelaskan perbedaan antara kewajiban dan kebutuhan. Jika sesuatu dilakukan sebagai kewajiban, menurutnya, masih terdapat unsur paksaan. Sementara apabila telah menjadi kebutuhan, maka pelaksanaannya akan lahir dari kesadaran dan keikhlasan.

«“Kalau kewajiban ada unsur paksaan, namun kalau kebutuhan itu keikhlasan.”»

Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi seluruh sivitas akademika UMINA agar pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan tugas, tetapi tumbuh dari kesadaran untuk memberikan manfaat.

Dengan menjadikan Tridarma sebagai kebutuhan, seluruh sivitas akademika diharapkan memiliki semangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, menghasilkan penelitian yang bermanfaat, serta hadir memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Sementara itu, Murtanto selaku Ketua Yayasan dalam sambutannya menegaskan komitmen yayasan dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter dan perilaku yang baik.

«“Akan kita didik menjadi mahasiswa yang berperilaku baik.”»

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendidikan di UMINA tidak hanya diarahkan untuk membentuk lulusan yang memiliki kompetensi di bidang keilmuan, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, dan perilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai moral dan sosial.

Peringatan Harlah ke-2 menjadi momentum bagi Universitas Madani Indonesia untuk melakukan refleksi atas perjalanan yang telah dilalui sekaligus menatap masa depan.

Kehadiran mahasiswa, dosen, pondok pesantren, serta para undangan dari berbagai unsur menunjukkan bahwa perjalanan UMINA tidak dapat dilepaskan dari dukungan dan sinergi berbagai pihak.

Melalui kegiatan istighosah, UMINA memanjatkan doa dan rasa syukur atas perjalanan dua tahun yang telah dilalui. Sementara melalui pentas seni, mahasiswa diberikan ruang untuk menunjukkan kreativitas, bakat, dan potensi mereka.

Momentum Harlah ke-2 ini diharapkan semakin memperkuat semangat seluruh keluarga besar Universitas Madani Indonesia untuk terus berkarya, berinovasi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, UMINA diharapkan mampu terus tumbuh menjadi perguruan tinggi yang memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat.

Berikut dokumentasi yang berhasil dihimpun redaksi






































































0 Comments